Biro Kerohanian Kristen (BKK) adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus Politeknik Negeri Manado. BKK terbentuk berawal dari rasa keterbebanan beberapa mahasiswa Kristen (sekarang alumni), maka tepatnya tanggal 27 – 28 November 1992 mereka mengajukan pembentukan suatu Badan Kerohanian Kristen kepada Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan yang dijabat oleh Ibu Deysi Sundah, SE, M.Ed.M guna pembuatan surat penunjukan, demi terlaksananya kegiatan kerohanian di kampus Politeknik.
Adapun hal-hal yang melatarbelakangi acuan pembentukan kepengurusan tersebut adalah:
• Amanat Agung Yesus Kristus (Matius 28 : 19 – 20)
• Panggilan Melayani (I Petrus 5 : 2 )
• Pembagian tugas koordinasi yang terbatas
• Adanya dukungan dan dorongan dari teman-teman mahasiswa kristen Politeknik
• Adanya peluang untuk suatu kegiatan kerohanian ditengah-tengah aktivitas perkuliahan
• Kesadaran bahwa perlu kehadiran Allah ditengah-tengah kehidupan kampus
Berdasarkan hal-hal diatas, maka dibentuklah Badan Kerohanian Kristen melalui SK Direktur Politeknik Unsrat Manado No. 214/PT-15Z-7/O/1993 tertanggal 23 Maret 1993 yang kemudian dimulailah periode pelayanan.
Dalam perkembangannya, Biro Kerohanian Kristen Politeknik Negeri Manado mengalami beberapa perubahan nama, yaitu :
• Tahun 1991 – 1992, menggunakan nama Tim Kerohanian Kristen (TKK).
• Tahun 1993 – 1995, menggunakan nama Badan Kerohanian Kristen Politeknik Unsrat Manado.
• Tahun 1995 sampai sekarang, menggunakan nama Biro Kerohanian Kristen (BKK).
Tahun 1995 Politeknik masih di bawah naungan Universitas Sam Ratulangi Manado dan pada tahun 1997 Politeknik lepas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dan menjadi Politeknik Negeri Manado (PNM).
Visi & Misi,
Visi : Menjadikan mahasiswa Kristen sebagai manusia intelektual yang Injili (1 Petrus 5:10)
Misi : Melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Sebagai Kepala Gereja (Matius 28:19-20)
Motivasi,
Melayani Tuhan dengan suatu kerinduan memberikan segala pujian, hormat, syukur dan kemuliaan hanya bagi Allah di dalam Yesus Kristus yang lebih dulu melayani dan mengasihi manusia.
Motto Pelayanan,
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” ( 1 Timotius 4 : 12 )


